Anak Yatim Dicabuli Tetangga, Polisi Tidak Menahan Pelaku dengan Alasan Corona

Anak Yatim Dicabuli Tetangga, Polisi Tidak Menahan Pelaku dengan Alasan Corona


Pas mau dimandiin, saya kaget melihat di bagian itunya anak saya kok sampai keluar nanah. Saya khawatir, saya tanya terus, agar jujur. Baru setelah itu anak saya mengakui dan menceritakan kalau luka itu disebabkan karena perbuatan RP,” tuturnya.Karena geram, SK kemudian melaporkan kejadian tersebut ke aparat desa dan juga melaporkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Cirebon. Setelah kejadian itu, pelaku yang sudah diamamankan Polresta Cirebon untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sayangnya, pelaku dibebaskan kembali dengan alasan pandemi Covid-19.
“Pelaku sudah diperiksa polisi dan di sana juga sudah mengakuinya. Katanya cuman sedikit masuknya. Tapi, dilepasin lagi. Katanya si pelaku suruh ngurung diri di rumahnya tidak boleh keluar desa. Saya pengen pelaku dipenjara,” katanya.

SK sangat prihatin dengan kondisi anaknya yang saat ini masih mengalami luka di bagian kewanitaannya. Yang lebih miris lagi, luka tersebut tidak diobati lantaran tidak ada uang untuk menebus obatnya. “Sudah divisum, sampai sekarang juga lukanya masih mengeluarkan nanah,” imbuhnya.

BACA HALAMAN SELANJUTNYA

Halaman
2 3