Kisah ABK Indonesia Di Kapal China, Tidur Hanya 3 Jam Dan Makan “Umpan Ikan

Kisah ABK Indonesia Di Kapal China, Tidur Hanya 3 Jam Dan Makan “Umpan Ikan


Pria lulusan SMK di Kepulauan Natuna, Riau ini, acap kali “hanya tidur tiga jam”. Sisanya membanting tulang mencari ikan. “Kalau kita ngeburu kerjaan (mencari ikan), kadang kita tidur cuma tiga jam,” ungkapnya. Mereka mengatakan kapten kapal mengharuskan pada ABK Indonesia mencapai “target” ikan dalam jumlah tertentu setiap harinya. “Mau protes, susah sekali, kita di tengah laut,” kata BR. Sejumlah ABK mengatakan kontrak kerjanya tidak mengatur soal jam kerja. RV, 27 tahun asal Ambon, Maluku, adalah salah satunya. “Tidak tertulis soal jam kerja, jadi baru diatur oleh kapten kapal saat di laut,” ujar RV. Namun, ada juga ABK Indonesia, yang diberangkatkan agen lain, yang jam kerjanya diatur di kontrak. Beberapa sempat menanyakan soal jam kerja, namun tidak berlanjut, karena mengaku “takut dipulangkan”. Meski bekerja membanting tulang, sejumlah ABK itu mengaku gaji mereka belum dibayar.

BACA HALAMAN SELANJUTNYA

Halaman
2 3