Hanya Ditutupi Plastik Mayat-mayat Ini Dibiarkan Terbaring di Pinggir Jalan, Karena Petugas Kewalahan Urus Makam Jenazah Pasien Virus Corona

Hanya Ditutupi Plastik Mayat-mayat Ini Dibiarkan Terbaring di Pinggir Jalan, Karena Petugas Kewalahan Urus Makam Jenazah Pasien Virus Corona
Mayat-mayat dibiarkan tergeletak di jalanan.


Tetapi prosesnya bisa memakan waktu untuk satu mayat bisa sampai tiga hari.
Secara resmi, sekitar 120 kematian dilaporkan tetapi presiden Lenin Moreno menyebut jumlahnya bisa lebih, karena pihak berwenang kewalahan untuk mengurusnya.
Sehingga data yang mereka kumpulkan juga keteteran.

Satu unit petugas pemakaman terdiri dari tentara dan polisi, yang bertugas menguburkan orang mati dan mereka mengumpulkan 150 mayat setiap harinya.

Rumah sakit sudah tidak memiliki tempat tersisa untuk menampung mayat, sementara kamar mayat dan pemakaman juga tidak lagi memiliki kapasitas.
Warga yang meninggalkan mayat di jalanan mengaku sudah tidak memiliki solusi lain lagi.
Namun mayat-mayat itu sebagian sudah dikumpulkan oleh petugas karena kekawatiran jenazah itu masih bisa menyebarkan virus.
Selain itu orang-orang juga mengeluh karena sebagian mayat itu sudah mulai berbau dan membusuk.

Seorang penduduk Guayaquil, Rosa Romero mengatakan, suaminya Bolivar Reyes meninggal setelah menderita gejala yang mirip virus corona tetapi tidak pernah diuji.
Tubuhnya tidak dimakamkan selama lebih dari satu hari, karena petugas pemakaman mengaku kewalahan menghadapi lonjakan.

BACA HALAMAN SELANJUTNYA

Halaman
2 3