Penggali Kubur Takut dan Kabur, Ambulans Menolak, Bupati Kesulitan Makamkan Pasien Corona

Penggali Kubur Takut dan Kabur, Ambulans Menolak, Bupati Kesulitan Makamkan Pasien Corona
Penggali Kubur Takut dan Kabur, Ambulans Menolak, Bupati Sidoarjo Kesulitan Makamkan Pasien Corona


Eva Rahmi Salama kehilangan orangtua karena virus corona, sempat dipersulit tes Swab.
Lubang makam, kata Nur Ahmad memang sudah disediakan oleh tiga penggali kubur pada Kamis dini hari.
"Tapi setelah itu ditinggal karena takut.
Saya sampai kejar ke rumahnya.
Saya yakinkan dan saya beri alat pelindung diri," terangnya dikutip TribunMataram.com dari Kompas.com.
Pemakaman dilakukan sesuai SOP pemakaman korban Covid-19, seperti jenazah dilapisi plastik dan ditutup peti.
Sementara, petugas pemakaman menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).
Nur Ahmad mengatakan, bukan hanya penggali kubur yang menolak memakamkan korban Covid-19, sopir ambulans juga menolak saat diminta mengantar jenazah ke area pemakaman.
"Karena halangan-halangan itulah, jenazah waktu pemakaman jenazah akhirnya molor. Padahal jenazah harusnya dimakamkan tidak lebih dari empat jam setelah dinyatakan meninggal," ujarnya.

BACA HALAMAN SELANJUTNYA

Halaman
2 3