Ketahuan Pernikahan Ses4ma Jeni5, Saiful Mengaku K3laminnya Baru Muncul Semalam

 Ketahuan Pernikahan Ses4ma Jeni5, Saiful Mengaku K3laminnya Baru Muncul Semalam
Pernikahan sesama jenis, Saiful Mengaku kelaminnya baru muncul semalam

Sekali seminggu Ayu juga rajin berpartisipasi dalam studi di desa suaminya, Fadholi, di Distrik Panti.  Sholat berjamaah di masjid juga sering.  Tentu saja di bagian wanita.

Setiap tetangga mengalami kesulitan, dia juga senantiasa membantu, kata Bu Er Jawa Pos Radar Jember.

Karena itu, para tetangga sepertinya tidak percaya ketika pada Senin (23/10) ia diamankan oleh petugas Panti Polisi bersama suaminya, Fadholi.

Apalagi yang menjadi penyebabnya adalah sesuatu yang sama sekali tidak terduga: ternyata Ayu Puji Astutik adalah Saiful Bahri.


Ya, "wanita" yang menikahi Fadholi pada 19 Juli 2017 di KUA (Kantor Urusan Agama) Ajung, Jember, adalah orang yang berjilbab setiap hari, yang secara rutin membeli pembalut wanita dengan alasan menstruasi, sebenarnya pria.

Juga di Ajung, tepatnya di Dusun Krasak, RT 2, RW 1, Desa Pancakarya, Ayu, eh Saiful, berasal.

Kepala KUA Ajung Muhammad Erfan masih ingat dengan baik, Ayu, yang ternyata Saiful, benar-benar cantik ketika prosesi persetujuan Kabul diadakan di kantornya.  Karena itu, dia tidak curiga sama sekali.

KUA, orang tua, dan tetangga mungkin tidak dipikirkan.  Namun, bagaimana dengan Fadholi, yang telah menikah selama tiga bulan?

Ketika kita semakin dekat, dia hanya mengakui bahwa kita adalah waria. Karena saya merasa nyaman dengannya, saya tidak keberatan, kata Fadholi ketika ditemui di Kantor Polisi Panti kemarin (25/10).


Dia mengaku bekerja di toko boneka di Kabupaten Balung, katanya kepada Jawa Pos Radar Jember.  Buama menolak jika anaknya disebut waria.

Lemari pakaian bisa dicari. Tidak ada pakaian wanita, katanya.

Memang, sebelum dia pergi, dia ditegur oleh orang tuanya karena tertangkap basah di telepon.

Saat menelepon, dia terdengar seperti wanita. Langsung dimarahi oleh ayahnya, kata Buama.

Namun, di luar kejadian, lanjut Buama, Saiful tidak pernah menunjukkan tanda-tanda bahwa dia waria.

Nama Ayu Puji Astutik, menurut Ahmad Holis Setiawan, saudara iparnya, dipinjam dari seorang saudara lelaki yang sekarang bekerja di Banyuwangi.

Kartu keluarga Ayu juga dibawa oleh Saiful ke KUA untuk melengkapi persyaratan pernikahan.  Karena dia mengaku tidak memiliki keluarga, dia diwakili oleh wali nikah yang kemudian mengakui dia adalah orang yang dibayar.

Kantor KUA Ajung sebenarnya tidak jauh dari rumah keluarga Saiful.  Tapi, Buama dan seluruh keluarga mengaku tidak tahu tentang pernikahan itu

Yang pasti, pernikahan itu kemudian dirayakan secara meriah di rumah keluarga Fadholi.

Iwan Nasir, sepupu Fadholi, mengenang bahwa resepsi telah mengundang merpati tota'an (melepaskan sejumlah besar merpati).

Tidak hanya itu.  Tamu itu penuh sesak.  Sebab, orang tua Fadholi menyebarkan undangan rokok yang ia sebut penonjolan.

Itu pertanda bahwa keluarga calon pengantin serius mengundang tamu untuk datang ke pesta pernikahan, katanya.

Sebelum pesta yang digelar September lalu, sebenarnya kecurigaan identitas Ayu sudah mulai muncul.

Dalam sebuah surat dengan Kementerian Agama Republik Indonesia, KUA Ajung meminta mereka untuk memberikan klarifikasi atas laporan sebuah LSM (organisasi non-pemerintah) yang menuduh mereka memiliki jenis kelamin yang sama.

Namun, Fadholi dan Ayu tidak memenuhi undangan dari KUA.  Kebahagiaan mereka seperti tidak terganggu.  Untuk kebutuhan biologis, Ayu alias Saiful mengakui mereka melakukannya secara lisan atau - maaf - lewat belakang.

Sampai saat itu, polisi dan pejabat desa mengunjungi mereka berdua Senin lalu.  Meskipun Ayu tetap bersikeras bahwa dia adalah seorang wanita.  Bahkan sampai menantang sumpah pocong.

Akhirnya Ayu diminta membuktikan jenis kelaminnya di kamar mandi, di hadapan saksi perempuan.  Dari sana terungkap bahwa Ayu adalah Saiful.  Alias ​​pria sejati.

Namun, Ayu kembali mencoba menghindar.  Dia mengklaim bahwa alat kelaminnya hanya muncul malam sebelumnya.

Namun, klaim ini dibantah oleh Sinto, saksi.  (Alat kelamin) adalah tentang ukuran orang dewasa, kata Sinto.

BACA HALAMAN SELANJUTNYA

Halaman
2 3