Kabar Baik! Ilmuwan Peraih Nobel Prediksi Wabah Corona Segera Berakhir, Ini Penjelasan dan Buktinya

Kabar Baik! Ilmuwan Peraih Nobel Prediksi Wabah Corona Segera Berakhir, Ini Penjelasan dan Buktinya
Kabar Baik! Ilmuwan Peraih Nobel Prediksi Wabah Corona Segera ...

Levitt sama sekali tak bermaksud menjadi nabi yang meramalkan kapan akhir dari pandemi ini terjadi, sebab analisisnya tepat merupakan hal yang tidak disengaja.
Istrinya, Shoshan Brosh adalah seorang peneliti seni di China dan kurator untuk seni fotografer setempat, yang berarti pasangan ini harus membagi waktu mereka antara Amerika Serikat, Israel, dan China.
Saat kasus corona ini meledak, Brosh menulis kalimat penyemangat kepada teman-temannya di China.
“Ketika mereka menjawab kami, mereka menggambarkan betapa rumitnya situasi di sana (China), saya memutuskan untuk menelisik lebih dalam pada angka-angka (laporan kasus setiap harinya) dengan harapan bisa mendapatkan beberapa kesimpulan,” jelas Levitt seperti dikutip dari Calcalistech yang terbit Jumat (13/3/2020).
“Tingkat infeksi virus di provinsi Hubei meningkat 30% setiap hari. Itu adalah statistik yang menakutkan. Saya bukan ahli influenza tetapi saya bisa menganalisis angka dan itu adalah pertumbuhan eksponensial,” sambungnya.
Pada tingkat ini, kemungkinan terburuknya seluruh dunia seharusnya sudah terinfeksi dalam 90 hari, katanya. Namun, dari hari ke hari tren tersebut berubah.
Ketika Levitt mulai menganalisis data pada 1 Februari, Hubei memiliki 1.800 kasus baru setiap hari dan dalam enam hari jumlah ini mencapai 4.700.
“Dan kemudian, pada 7 Februari, jumlah kasus infeksi baru mulai menurun secara linear dan tidak berhenti. Seminggu kemudian, hal yang sama terjadi dengan jumlah kematian,” kata Levitt.
Itu artinya, perubahan yang signifikan pada kurva ini menandai titik puncak.
“Perubahan dramatis pada kurva ini menandai titik tengah dan memungkinkan prediksi yang lebih baik tentang kapan pandemi akan berakhir. Berdasarkan itu, saya menyimpulkan bahwa situasi di seluruh Tiongkok akan membaik dalam dua minggu. Dan, memang, sekarang ada sangat sedikit kasus infeksi baru,” lanjutnya.
Pesan Levitt dalam sebuah broadcast itu dengan cepat membuat penasaran masyarakat China dan orang-orang yang ingin memastikan dia memang menulis informasi yang benar.

BACA HALAMAN SELANJUTNYA

Halaman
2 3