Berhasil Sekolahkan Sampai Sarjana, Kakek Ini Malah Ditelantarkan Anaknya Di Hari Tua

Berhasil Sekolahkan Sampai Sarjana, Kakek Ini Malah Ditelantarkan Anaknya Di Hari Tua


Berdagang onde-onde demi sesuap nasi
Sebelumnya, tak ada dalam benak Seger untuk menjadi seorang penjual onde-onde. Pekerjaan tersebut terpaksa ia lakoni karena himpitan ekonomi yang menderanya selama di hidup di Surabaya. Saban hari setipa subuh hingga petang, ia setia mengayuh sepedanya, menjajakan onde-onde.
Dagang Onde-onde demi menyambung hidup
Disana, ia hidup berdua dengan sang istri dan mengontrak sebuah rumah untuk berteduh. Hidup terlunta-lunta di kota yang asing, membuat perjuangan hidup yang ditanggungnya menjadi semakin berat. Bahkan Jika dagangannya tak habis, onde-onde tersebut dijajakan di sekitaran tempat tinggalnya.
Jerih payah dan kesuksesan yang dibalas dengan air tuba
Seger yang merupakan warga asli Kediri tersebut, ternyata mempunyai masalah pelik yang membuat dirinya harus hijrah ke Surabaya. Seluruh hartanya ketika masih di Kediri, telah ludes untuk membiayai pendidikan kelima anaknya hingga sukses. Bahkan mereka kini telah mempunyai toko masing-masing. Anak-anaknya tersebut ada yang bermukim di Kalimantan, Kediri dan Jombang.
Sayanganya, jasa orang tua tersebut dibalas dengan perlakuan yang menyayat hati. Sang ayah dan istrinya yang notabene adalah ibu mereka, dilarang berkunjung di kediamannya. Bahkan pada 5 momen lebaran terakhir, tak ada satupun dari anak-anaknya yang datang berkunjung.

BACA HALAMAN SELANJUTNYA

Halaman
2 3