Tercyduk!!! Puluhan Peserta Tes CPNS Kedapatan Simpan Jimat Dalam Bra dan Celana Dalam

Tercyduk!!! Puluhan Peserta Tes CPNS  Kedapatan Simpan Jimat Dalam Bra dan Celana Dalam


"Barang bawaan berupa jimat itu kami amankan sementara saja. Tetapi, tidak menggugurkan secara administrasi karena mereka sudah memenuhi syarat mengikuti tes," ujar Sigit.

Penemuan belasan hingga puluhan jimat yang dibawa peserta ujian tes seleksi CPNS di Kabupaten Madiun menjadi temuan baru seputar tes CPNS setelah sebelumnya di Makassar terdapat sejumlah joki ditangkap.



Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Madiun Sigit Budiarto yang dihubungi Kompas.com pada Selasa  mengatakan, sebenarnya pihaknya sudah berulangkali mengimbau dan melarang peserta tes CPNS untuk membawa jimat ke ruang ujian.

Tak hanya imbauan, tim panitia bahkan menempelkan pengumuman larangan membawa jimat di website Pemkab Madiun.

Namun tetap saja para peserta "membandel".

"Panitia sudah melarang membawa barang bawaan ke ruang ujian termasuk jimat. Larangan itu kami sampaikan berkali-kali baik lewat website dan pengumuman," ujar Sigit, Selasa siang.

Sigit menanggapi temuan tim panitia tes CPNS Kabupaten Madiun yang menyita puluhan jimat milik peserta tes ujian.

Puluhan jimat diamankan setelah tim panitia menggeledah tas dan memeriksa badan peserta tes.

Jimat ditemukan disembunyikan di kerah baju, tali bra hingga celana dalam.

"Ketika kami mengimbau kemudian mereka nekat membawa akhirnya kami sita. Lalu kami akan melakukan upaya seperti apa lagi," jelas Sigit.

Sigit menambahkan peserta tes CPNS membawa jimat saat mengikuti ujian sebagai fenomena yang tidak bisa dipungkiri.

Untuk itu tim panitia sudah mengantisipasi dengan cara mengimbau agar para peserta tidak nekat membawa jimat. Jika masih nekat, tentu saja jimatnya akan disita.

Ia juga mengatakan usai mengikuti tes computer assisted test (CAT), peserta yang lulus akan mengikuti seleksi kompetensi bidang.

Soal waktu dan lokasi, pihaknya masih menunggu kabar dari BKN.


Bawa Jimat Untuk Perlancar Kerjakan Soal

Puluhan peserta tes seleksi calon pegawai negeri sipil ( CPNS) di Kabupaten Madiun yang kedapatan membawa jimat saat hendak masuk ruang ujian memiliki alasan khusus.

Dengan membawa jimat, peserta meyakini akan menambah kepercayaan diri dan memperlancar mengerjakan soal.

"Persepsi mereka dengan membawa jimat akan memudahkan mengerjakan soal, melancarkan soal yang dikerjakan dijawab dengan benar. Selain itu bisa menambah kepercayaan diri," ujar Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto yang dihubungi Kompas.com, 
Sigit mengatakan, tim tidak menanyakan secara detil alasan peserta membawa jimat dan asal muasal jimat itu diperoleh saat akan masuk ruang ujian.

Ia berdalih, bila dilakukan penelusuran alasan peserta tes menggunakan jimat akan menyita banyak waktu.

"Kalau dilakukan penelusuran akan memakan waktu lama. Makanya kami hanya menyita jimat yang ditemukan didalam pakaian peserta tes. Nanti setelah selesai, para peserta bisa kembali mengambil jimatnya," ujar Sigit.

Ditanya dasar larangan membawa jimat saat masuk ruang ujian, Sigit mengatakan, sesuai ketentuan tidak diperbolehkan membawa apa pun ke dalam ruangan kecuali kartu peserta, pensil, dan selembar kertas kosong.

"Makanya, semua barang selain itu kami larang dibawa masuk ke ruang ujian termasuk jimat," kata Sigit.

Bagi Sigit, penggeledahan di badan diberlakukan lantaran dikhawatirkan peserta tes membawa alat bantu komunikasi.

Alat bantu itu bisa jadi tidak terdeteksi metal detektor.


Dengan demikian, dilakukan langkah penggeledahan badan. Kendati kedapatan membawa jimat, kata Sigit, peserta tes CPNS tidak digugurkan.

Mereka tetap diperbolehkan mengikuti tes CPNS.

Pasalnya, jimat di luar konteks administrasi persyaratan seseorang mengikuti tes CPNS.

Ditanya berapa jumlah peserta CPNS yang lulus mengikuti seleksi lanjutan, Sigit mengungkapkan, saat ini masih direkap BKN.

Peran panitia seleksi tingkat daerah hanya pemanggilan peserta, mencocokkan scaning barcode, pemeriksaan metal detector, pemberian pin, mengisi daftar hadir dan masuk ke ruang ujian.

Ia menambahkan tim Panselda CPNSD Kabupaten Madiun akan tetap memberlakukan pemeriksaan badan dalam seleksi lanjutan.

Diberitakan sebelumnya, tim panitia seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil daerah Kabupaten Madiun menemukan jimat yang disimpan dalam celana dalam dan bra peserta tes computer assisted test (CAT).

Jimat itu ditemukan saat tim panitia seleksi menggeledah tas dan pakaian peserta tes, sebelum memasuki ruang ujian tes CAT CPNS Kabupaten Madiun di Asrama Haji, Kota Madiun.

Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto yang dihubungi Kompas.com, Senin  sore, membenarkan penemuan belasan jimat dari peserta tes CPNS tersebut.(*)
Sumber:Tribun

BACA HALAMAN SELANJUTNYA

Halaman
2 3