Survei: Mayoritas Polisi India Anggap Wajar Muslim Diserang

Survei: Mayoritas Polisi India Anggap Wajar Muslim Diserang


Studi itu, penelitian menemukan 60 persen dari mereka yang disurvei percaya, migran dari negara lain lebih cenderung melakukan kejahatan.
Rana mengatakan, survei itu bukan hanya persepsi polisi saja, tapi bisa juga menjadi persepsi masyarakat.
“Kami tidak dapat benar-benar membuktikan prasangka yang mereka miliki, apakah itu memengaruhi pekerjaan mereka atau tidak, tetapi selalu ada peluang ini,” kata Rana.
Para peneliti menggambarkan, survei yang dilakukan selama satu tahun tersebut mencakup persepsi polisi tentang berbagai masalah. Termasuk kondisi kerja, sumber daya, dan hambatan untuk menyelidiki kejahatan.
Hampir sepertiga dari responden mengatakan, tekanan dari politisi menjadi hambatan utama untuk menyelidiki kejahatan.
Sementara mayoritas dari 72 persen mengatakan, mereka menghadapi tekanan politik dalam penyelidikan yang melibatkan orang-orang berpengaruh.
Studi itu, menemukan lebih dari sepertiga personel polisi lebih suka memberikan hukuman kecil untuk pelanggaran kecil daripada pengadilan hukum.
Sementara satu dari lima polisi menyatakan, membunuh penjahat berbahaya lebih baik daripada pengadilan hukum.
“Empat dari lima personel percaya bahwa tidak ada yang salah dengan polisi memukuli penjahat, untuk membuat penjahat mengaku,” ujar Rana.
Sejak Partai Bharatiya Janata berkuasa, orang-orang Muslim di India kerap mendapatkan kekerasan karena persoalan daging sapi atau menyembelih sapi.
Umat Hindu menganggap sapi merupakan binatang yang suci. Modi berulang kali mengatakan, pihak berwenang harus menghukum warga sipil yang melakukan kekerasan dengan motif melindungi sapi.
Namun, para pengkritik mengatakan, pemerintahan Modi belum berbuat cukup banyak untuk menuntut para tersangka.
Sumber: republika.co.id

BACA HALAMAN SELANJUTNYA

Halaman
2 3