Semewah Apapun Gaya Hidup Kita, Kelak Tanahlah Tempat Kita Kembali

Semewah Apapun Gaya Hidup Kita, Kelak Tanahlah Tempat Kita Kembali



Jarak yang ditempuhnya tidak main-main, 20 kilometer lagi untuk menempuh kota Darchen.

Adapula kisah Ibnu Batuta, seorang tokoh muslim yang melakukan penjelajahan ke seluruh penjuru dunia. 

Alasannya adalah untuk bertemu dengan orang baru dengan berbagai latar belakang. 

Dimulai dengan menantang gersangnya gurun pasir yang panas berjarak ratusan kilometer dan bertemu para perompak yang mengancamnya. Sudut demi sudut dunia ia kunjungi untuk mempelajari banyak perbedaan.

Sebuah tempat yang kita sebut rumah
Petualang itu seperti burung merpati. 

Ratusan kilometer ia tempuh dengan berbagai medan yang berat sekalipun, namun ia pasti akan pulang ke sangkarnya.

Tak ada yang salah dengan melangkah ke tempat-tempat jauh, untuk mendapat wawasan baru, atau juga mendapat kenalan baru. 

Yang perlu diingat, sejauh apa pun kita melangkah, kita punya tempat yang kita sebut “rumah” sebagai tempat untuk pulang.

BACA HALAMAN SELANJUTNYA

Halaman
2 3