Ingin Habisi Suaminya Sendiri Demi Kuasai Hartanya, Eh.. Malah Ditipu Ratusan Juta oleh Selingkuhannya

Ingin Habisi Suaminya Sendiri Demi Kuasai Hartanya, Eh.. Malah Ditipu Ratusan Juta oleh Selingkuhannya



Racun sianida itu ditumbuk dan dimasukkan ke dalam botol air minum.

“Termasuk juga (ke dalam) jamu obat masuk angin dengan harapan nanti obat maupun minuman yang sudah dimasukkan sianida dengan menggunakan jarum suntik tidak terlihat, sehingga nanti pada saat diminum oleh suami atau korban itu bisa meninggal dunia,” papar Budhi.

Setelah racun siap dipakai, YL ditugaskan untuk mencampurkannya ke minuman maupun obat sang suami.

Namun, YL yang ditugaskan mengeksekusi dengan mencampurkan racun ke minuman suaminya malah tak berani.

Percobaan pembunuhan menggunakan racun sianida ini pun gagal

Juli lalu, BHS menyarankan soal percobaan pembunuhan kedua dengan menyewa pembunuh bayaran.

“Mereka kemudian merencanakan pembunuhan dengan cara lain. Yakni dengan menyewa pembunuh bayaran,” kata Budhi di Mapolsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (1/10/2019).

Kala itu, BHS meminta uang kepada YL sebesar Rp 300 juta untuk membayar dua pembunuh bayaran, BK dan HER.

YL yang bingung mencari uang tersebut terpaksa menggadaikan mobil, emas, serta mencuri uang suaminya untuk memenuhi permintaan BHS.

Uang Rp 300 juta itu pun ia berikan kepada BHS, namun ia malah menggunakan sebagian besar uang itu untuk foya-foya.

“Faktanya baru diberikan (BHS kepada BK dan HER) Rp 100 juta. Yang Rp 200 juta digunakan oleh BHS untuk berfoya-foya,” ujar Budhi.

Sesuai perencanaan, eksekusi terhadap VT dilakukan 13 September lalu.

Kala itu, BHS yang berada dalam satu mobil dengan VT berkendara di sekitaran Kelapa Gading.

Sesampainya di depan North Jakarta Intercultural School Kelapa Gading, BHS meminta izin keluar dari dalam mobil dengan alasan mual.

Saat itulah eksekusi dilakukan. Salah satu pembunuh bayaran, BK, menghampiri VT yang berada di kursi pengemudi dan menghunuskan pisaunya ke leher korban.

Melihat VT belum meregang nyawa, BK mencoba menunuskan pisaunya ke perut korban.

Akan tetapi aksinya gagal, VT berhasil melepaskan diri dan mengemudikan mobilnya menjauhi TKP.

“Korban mau ditusuk perutnya namun korban yang mengendarai kendaraannya langsung tancap gas.”

“Korban langsung mengarah ke rumah sakit, mendapatkan perawatan, lalu laporan,” kata Budhi.

Berdasarkan laporan VT, polisi langsung bergerak.

Akhirnya, pada 16 September 2019, BHS berhasil diringkus di daerah Bali, menyusul YL yang ditangkap di kediamannya.

Diberitakan sebelumnya, YL curiga suaminya berselingkuh dengan wanita lain.

“Jadi antara keluarga VT dengan ibu YL ini terjadi kerenggangan,”

“Di mana, ibu YL mencemburi VT telah berselingkuh,” kata Budhi, Selasa (1/30/2019).

YL yang sakit hati kerap mencurahkan perasaannya pada sang sopir pribadi, BHS.

Hingga akhirnya, hubungan asmara terjalin antara kedua tersangka.

Saat hubungan kedua tersangka ini semakin erat, niat untuk membunuh VT kemudian muncul.

“Dari hubungan ini, karena perbuatannya, sudah terbuka di antara keduanya, motif lain ingin menguasai harta dari keluarga tersebut,” ujar Budhi Herdi Susianto.

Sementara pembunuh bayaran, HER dan BK, hingga saat ini masih buron.

Atas perbuatannya, BHS dan YL dijerat 340 KUHP juncto pasal 53 KUHP tentang pembunuhan berencana subsidair pasal 353 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan berencana dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup
.

BACA HALAMAN SELANJUTNYA

Halaman
2 3