MasyaAllah Anak-anak Tunanetra dan down syndrome ini Lulus Jadi Hafidz al-Qur’an

MasyaAllah Anak-anak Tunanetra dan down syndrome ini Lulus Jadi Hafidz al-Qur’an



Santri Menginspirasi

Ditemani orangtua masing-masing, para santri melantunkan ayat-ayat Alquran yang telah mereka hapalkan di depan penguji.

Para orangtua sampai menangis, merasakan haru ketika menyaksikan buah hatinya telah selesai membacakan hafalannya.

“Kami sangat bahagia bisa melihat anak-anak senang dan mengenal banyak teman baru,” ujar Sekar, ibu dari salah satu santri tuna netra.

Wisuda Tahfidz Jawa Timur Menghapal diikuti 2.850 santri dari 19 kabupaten/kota di Jatim. Para santri terdiri dari usia balita, anak-anak, remaha, mahasiswa, hingga para ibu.

Pimpinan Daarul Quran Surabaya, Nahar Zainuddin, mengatakan kehadiran para santri tahfiz tuna netra merupakan kesempatan yang istimewa.

Dia berharap para santri tersebut dapat menjadi sumber inspirasi bagi yang lain untuk lebih bersemangat lagi dalam menghapal Alquran.

“Kehadiran para santri tuna netra adalah bukti nyata semua bisa menghafal Alquran asalkan ada niat dan kesungguhan hati,” kata Nahar.

BACA HALAMAN SELANJUTNYA

Halaman
2 3