Guru Hukum Belasan Muridnya dengan Merokok, di Mana Edukasinya?

Guru Hukum Belasan Muridnya dengan Merokok, di Mana Edukasinya?


Kalau sudah begini, banyak di antara kita yang mungkin gregetan, “Ih orang tuanya ke mana sih? Pasti orang tuanya kurang perhatian atau ngerokok juga.” Tapi, sebelum berpendapat seperti itu, kita perlu meneropong dari berbagai sisi, dari mana anak-anak tersebut melihat cara merokok. Seperti kita tahu, saat ini rokok sudah jadi bagian hidup 84 juta jiwa lebih warga Indonesia.
Anak itu sifatnya meniru dan menyerap seperti spons. Mereka bisa melihat dari lingkungan sekitar seperti tetangga atau saudaranya. Atau bisa juga anak-anak tersebut menonton video atau film yang ada hubungannya dengan merokok. Ya kalian tahu sendiri lah anak zaman nowlebih hebat dari kita-kita yang generasinya sudah di atas millenial alias 90an. Dari kecil saja sudah diberikan ponsel, sedangkan kita di tahun 2000an aja masih pegang Komik Siksa Neraka.
Lalu, kita beralih ke sisi gurunya. Hmm.. untuk peristiwa ini memang bisa memicu kontra lantaran hukumannya yang tidak pantas. Bisa jadi maksud dari sang guru adalah supaya si murid kapok karena menghisap rokok itu tidak ada nikmat-nikmatnya. Ada sih jenis punishmentperilaku yang seperti ini, tapi sepertinya belum cukup bijak untuk kasus anak-anak di bawah umur.
Memberikan hukuman yang sewajarnya dan pantas [Sumber Gambar]
Jadi, alangkah lebih baiknya guru dari awal tidak memberikan hukuman dengan cara seperti itu. Bisa dengan menyuruh mengerjakan tugas, berdiri di depan kelas atau memanggil orangtua dari masing-masing murid. Hukuman seperti itu dianggap efektif dan bisa membuat si anak-anak jera karena ada keterlibatan langsung dari orangtuanya. Namun yang tidak boleh dilupakan adalah arahan dari orang dewasa yang membimbing (orang tua, pendidik, pengasuh, dan sebagainya). Ketika anak diberi pemahaman, mereka akan mengerti kenapa suatu hal itu boleh dan enggak boleh dilakukan.
Pada intinya, memberlakukan hukuman itu sebaiknya ada dasarnya dan dipikir dengan bijaksana, akan seperti apa dampaknya. Bukan sekedar kasih jera, jangan-jangan malah membuat sang murid lebih lihai dalam menghisap rokok atau trauma. Ada banyak jenis hukuman yang mendidik. Semoga kasus ini jangan sampai terulang lagi dan mari jadi pembimbing bagi generasi muda di sekitar kita ya, Sahabat Boombastis.

BACA HALAMAN SELANJUTNYA

Halaman
2 3