Tidak Seimbang dengan Penderitaan, Ternyata Pemain Film Dewasa Hanya Mendapat Bayaran Segini

Tidak Seimbang dengan Penderitaan, Ternyata Pemain Film Dewasa Hanya Mendapat Bayaran Segini
Tidak Seimbang dengan Penderitaan, Ternyata Pemain Film Dewasa Hanya Mendapat Bayaran Segini


Namun sayangnya bagi mereka yang kurang “jam terbang” dalam dunia esek-esek hanya dibayar Rp 1,9 juta dalam sekali main. Berbeda lagi dengan yang ada di Jepang, di sana pemain baru hanya dibayar bahkan sampai Rp 300 ribu per filmnya. Jelas dengan bayaran awal seperti itu rasanya tidak mungkin bisa bertahan hidup di kota besar luar negeri seperti New York maupun Tokyo.

Rawan dengan sebuah pelecehan

Lantaran selalu berperan jadi perempuan nakal, sepertinya image ini selalu menempel pada para pemain itu di dunia nyata. Akibatnya banyak orang yang menganggap para pemain perempuan itu adalah wanita gampangan. Dilansir dari media besar luar negeri Mstarz, banyak para pemain perempuan mengalami pelecehan saat di luar syuting, kebanyakan pelakunya adalah para fans dari artis tersebut.

Dengan keadaan profesi mereka sebagai artis film dewasa, itu menjadi sebuah polemik. Pasalnya kebanyakan laporan pelecehan yang diberikan tidak digubris oleh pihak kepolisian mengingat profesi mereka. Akhirnya para artis ini hanya pasrah
karena hukum tidak memihak pada mereka.

Penyiksaan dan adegan ranjang berulang-ulang

Pembuatan film dewasa tidak semudah seperti yang kita pikirkan. Jangan harap kalau film bisa rampung dalam satu kali take. Serupa dengan pembuatan film biasa atau FTV, take harus dilakukan secara berulang-ulang dan dari angle yang berbeda. Itulah hal yang biasanya membuat menderita para pemain film dewasa ini.

BACA HALAMAN SELANJUTNYA

Halaman
2 3