Seorang Nenek di Jember Mengaku Jadi Korban Perk0saan, Ini Tanggapan Polis

Seorang Nenek di Jember Mengaku Jadi Korban Perk0saan, Ini Tanggapan Polis



Menurutnya, kejadian yang dilaporkan SK bukan penganiayaan dan kekerasan seksual, namun upaya bunuh diri yang dilakukan korban berdasarkan darah yang ada di lokasi kejadian.
“Kami menduga ada yang janggal antara korelasi yang disampaikan oleh korban dengan alat bukti yang kami temukan karena tidak ada keterkaitan, sehingga akhirnya kami melakukan interogasi dengan pemeriksaan secara intensif, dan akhirnya yang bersangkutan mengakui telah berbohong,” katanya pula.
Hasil pemeriksaan penyidik, lanjut dia, SK mengaku nekat melakukan perbuatannya dengan melukai lehernya sendiri dan membuat laporan palsu karena terjerat utang yang cukup besar mencapai Rp10 juta, dan ia tidak bisa membayar utang tersebut.
“Kami tetapkan SK sebagai tersangka atas kasus pengaduan laporan palsu sesuai dengan pasal 220 KUHP dengan ancaman hukuman satu tahun empat bulan, sehingga nenek tersebut ditahan di Polres Jember,” ujar dia.
SK di hadapan sejumlah wartawan mengakui telah berkata bohong dengan membuat laporan palsu terkait kekerasan seksual dan penganiayaan yang dilakukan pada awal Desember 2019.

BACA HALAMAN SELANJUTNYA

Halaman
2 3