Kisah Pilu Istri Tak Pernah Disentuh Suami Sejak Malam Pertama, 12 Hari Kemudian Cerai

Kisah Pilu Istri Tak Pernah Disentuh Suami Sejak Malam Pertama, 12 Hari Kemudian Cerai
Viral Kisah Pilu Istri Tak Pernah Disentuh Suami Sejak Malam Pertama, 12 Hari Kemudian Cerai

Dalam keadaan sakit di rumah mertuanya, Naima Maheswari akhirnya memberanikan diri untuk menelpon ayahnya dan minta dijemput.
Pilu hati orangtuanya melihat keadaan anaknya Naima Maheswari.
Entah apa yang membuat suaminya kala itu menyakiti Naima Maheswari.
Naima Maheswari menyebutkan jika mantan suaminya ada trauma di masa lalu.
Kisah pilu itu berakhir dengan perceraian.
Dipenuhi amarah, Naima Maheswari mengirim Whatsapp ( WA ) ke mantan suaminya untuk meminta maaf ke orangtuanya.
Berikut kisah selengkapnya:
1.MARRIED FOR 12 DAYS Based on my real story Catatan terkelam sepanjang hidupku
Halo semua,aku nay Wanita asli malang berusia 23 tahun yang ingin membagikan kisah yang tidak pernah terbayangkan akan kualami sendiri. Tujuan dari aku bercerita kepada kalian adalah yang pertama sekali aku butuh support system
Beberapa waktu terakhir aku ngerasa lelah banget sama hidup,sempet ngerasa ter"telanjangi" oleh setiap keluar dan bertemu orang yang mengerti tragedi ini. "Itu loh cewe yang nikah cuman 12 hari","nggak kasihan orang tuanya apa nikah dibikin mainan"
Dari yang awalnya suka banget keluar rumah,sekarang setiap keluar mesti pake masker dan helm dari dalam rumah. Setiap kemana2 dilihatin dengan tatapan aneh dan suara bisik² yang akupun tau bahasannya apa
Yang kedua aku bikin thread ini,aku pengen semua orang yang baca bisa memetik pengalaman dan jangan jadi seperti aku. Cukup aku yang ngerasain kekelaman ini. Aku juga berharap banget kalian bisa mengutarakan pendapat dari sisi kalian
Okay here we go Maaf kalo berantakan because this is my first time bikin ginian. Aku gabakal pake identitas palsu,jadi kalau setelah thread ini kalian ketemu aku dimanapun,jangan bisik² seperti mereka yaaa. Sapa aja siapa tau bisa sharing
Kami menikah 13 desember 2019 Masih baru banget ya? Masih hangat²nya kalau saja semua berjalan seperti kisah beruntung orang diluar sana. Tapi ntah,ketidak beruntungan sedang ingin sekali berteman denganku. Pernikahan kami hanya bertahan 12 hari
Sampai pada 25 desember,dia meninggalkanku tanpa aba².. Tanpa perpisahan yang jelas,tanpa kesempatanku untuk bertanya kenapa? Apa yang bisa kuperbaiki? Ada yang salah sam aku? Kalian pasti juga heran,ada apa?
2. Aku dan dia saling kenal sejak 2018, hanya saling mengenal karna dia adalah teman dari seorang temanku. Sejak itu kami berangsur dekat Chattingan 24×7 Telfonan sampai tengah malam bahkan dini hari
Video call ditengah kesibukan hanya untuk melihat wajah satu sama lain dan memastikan keadaan kami baik-baik saja Iya,seindah itu. Kami sedekat itu tanpa label "pacaran" Tiba2 semua mengalir begitu saja
Sampai pada 20 april 2019 Aku inget banget,bertempat di cafe C* cabang batu malang. Dia menyampaikan keinginannya untuk menjalin hubungan yang serius.aku cuma jawab "oh maksudmu pacaran?". Tapi diluar ekspektasi dia justru bilang..
"Enggak,aku udah bosen pacaran. Kita udah deket kan selama ini" "Lah trus apa dong? Jawabku yang emang ga ada pikiran sama sekali bakal kesana "Ayok nikah..aku udah yakin dan aku udah bilag orang tuaku kalau dalam waktu dekat aku bakal ngelamar anak org"
Siapa sih yang ga kaget?di umur 23 tahun ada yang berniat baik dan itu dateng tiba² Tapi aku ngga jawab saat itu juga,aku minta waktu buat mikir. Disatu sisi aku mengenalnya lama,yang aku tau waktu itu dia orang baik Pekerja keras
Di usia segitu dia bisa bertahan tanpa ayah (sudah alm) dan bisa menghidupi ibunya dengan layak. Aku lihat sosial media nya semua karna aku nyari siapa tau ada yang ga aku tau. Dan ga ada,semuanya baik² saja
Apalagi lihat dia dengan niat serius nan gentle buat ngajak aku ke jenjang yg lebih serius,aku yakin kalian semua bakal susah untuk nolak. Semua diluar perkiraan, setelah satu minggu aku berfikir dan sempat mengajak diskusi orang tua
Orang tua sama kagetnya,gak ada aba² apa tiba² putri pertamanya bilang dilamar orang. Seneng sekaligus terharu dan bingung,karna kalian juga tau menikah itu apalagi pake adat daerah menelan biaya yang ga sedikit
Akhirnya aku ajak ketemu dia, and i said yes. Setelah pertimbangan panjang dam segala keraguan yang berusaha kubuang karna dimataku dia orang yang bener-baik baik. Pas dia nganterin aku pulang dia bilang ke ayah ku langsung dong
3.
"Pak,senin saya dan keluarga akan bertamu kerumah bapak dengan niat baik". Ayah aku yang sebelumnya udah diskusi kaya berkaca-kaca gitu ..(ya Allah keinget ini ngetik sambil sesenggukan). Ayah nyamperin dia dengan masih pake sarung sehabis sholat
Ayah pegang pundak dia sambil bilang "insyaAllah,kalau kamu memang ada niat baik pasti dilancarkan. Silahkan..ayah tunggu kamu dan sekeluarga" (ga bisa diskip apa ya bagian ini :"). Aku dan mama yg liat cuma bisa berkaca² aja
Akhirnya hari senin pun tiba,kami melakukan prosesi lamaran. Dia dengan 13 orang keluarga dan dirumah kami juga banyak saudara yang datang. Semua dilakukan tertutup,tanpa dokumentasi dan dekorasi
Karna waktu nya hanya 5 hari sejak aku bilang "iya".dan permintaan ayah ku untuk melakukan prosesi ini se khidmat mungkin (tidak diribetkan dgn foto sana sini). Om dia yang menyatakan lamaran dan ayah aku yang menerima dan mengiyakan
Waktu saat penentuan tanggal,agak ribet disini. Yang kufikir kami akan menikah 2020 atau justru 2021 trnyata malah ketemu tanggal 13 desember 2019. Kaget? Pasti. Antara ragu,siap tidak siap tapi harus siap karna sudah keputusan 2 keluarga
Jadi kamu resmi bertunangan di hari itu,dan menunggu sekitar kurang lebih 8 bulan sampai hari H pernikahan. Tidak ada yang aneh,semua berjalan lancar sampai pada 24 september kami melakukan sesi prawedding
Belum ada yang aneh,sesi kami laksanakan dengan enjoy dan bahagia (selayaknya pasangan yang menantikan hari bahagia) Ngga ada fikiran lain selain seneng,bahagia dan bersyukur sama Allah sudah diberi kenikmatan seindah ini..
q
4.
Bahkan ada videonya tapi ngga akan aku upload karna aku bener² ga sanggup lihat.. Selayaknya pasangan yang akan menikah,kami mempersiapkan semuamya dengan matang. Setiap bertemu kami membicarakan desain undangan,dekorasi bahkan sampai makanan di hari H.
Semua terasa indah dan menyenangkan Memilih gaun dan jas yang bakal dipake di hari yang ga bakal terlupakan seumur hidup. Ngebayangin setelah ini akan ada wajah yang kalian lihat di pagi hari.. Akan ada yang menampung segala keluh kesahmu
Sampai di H-30 ada sedikit kerikil,kalo orang² bilang cobaan sebelum pernikahan Kita selisih pendapat sampai bertengkar hebat dan sampai terdengar di telinga orang tua kami Akhirnya kedua keluarga bertemu,dan syukurlah masalah bisa teratasi
Setelah masalah itu satu hal baru yang aku tahu,marahnya dia waktu itu bahkan masih teringat sampai sekarang. Gimana nada tingginya dia,gimana telunjuknya nunjuk2 dan aku ganyangka kalau dia sampai berani dorong aku .. Kaget.. Setengah mati kaget..
Aku ga berani cerita orang tua Karna waktu itu kurang 25 harian dan semua sudah siap Undangan sudajh nyebar,dekorasi sudah lunas,catering,seragam bridesmaid dan saudara semuanya sudah kesebar Bingung..
5.
20/01/2020 14:23:15 WIB
Tiba² aku takut ngadepin dia.. Setiap keinget dia,aku inget gimana cara marahnya dia Sekitar 10 hari kita ngga ketemu, kita komunikasi lewat whatsapp dan dia minta maaf kalau sudah khilaf Dia bilang dia di luar kendali
Dia bilang dia terlalu fokus sama amarahnya dan ga bisa ngontrol Sampe di h-10 aku nemuin sesuatu di handphone dia Chat dia sama kakak iparnya(istri dari kakaknya dia) Ternyata dia tidak memandangku dengan baik..
Aku orang yang lumayan suka kerja,disana sini selama ada kesempatan aku bakal kerjain. Pagi sampai sore bantu usaha keluarga dirumah dan di malem hari aku ngajar private anak SMP dan SMA. Di hari sabtu minggu aku ngajar tambahan di salah satu sekolah islam
Dan di sekolah itu aku terikat kontrak. Di hari H kita 13 desember,tanggal 14 nya hari minggu ada acara kecil2an di rumah dia yang dihadiri keluarga dia aja. Aku bilang hari minggu itu aku ada kelas ngajar di sekolah itu, gimana ya enaknya
Karna muridku disana mau ujian jadi sekolah tidak mengizinkan aku cuti pas hari minggu. Dan aku bilang dia,dia jawab "iya gapapaa orang cuman sejam setengah kan,habis ngajar balik lagi kan bisa". Aku bersyukur banget,lega karna dia bisa mengerti dan bijak
Dan chat yang aku temuin di HP nya dengan kaakk iparnya ternyata membahas masalah itu.. Dia tidak sebijak seperti yang dia bilang ke aku kalau dia mengizinkan. Dia ngobrol dengan bahasan yang amat sangat menjelekkan ku di depan kakak iparnya. Ini chatnya..
Dia:katanya sabtu pas acara jam 1 mau ngajar dulu,pas disini banyak orang. Jadi guru MTK dan bahasa inggris Ipar:gitu itu pantaskah? Dia:yaudah diiyain aja daripada ribut,terserah Ipar:yaudah Dia:izin sulit soalnya mau ujiam Ipar:yaudahlah diem o aja.
1
6.
Dia: halah biarin biar sibuk semaunya,capek juga tubuhnya sendiri. Jangan sampe ngeluh ke aku.aku mending keluar sendiri lah makan enak di lalapan p******* Ipar: betul Dia: udahlah aku males ribut paling dia ga bisa dikalahin. Ga peduli sibuk/ga 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA

Halaman
2 3