Khusus Suami Istri, Mendesah Saat Berhubungan Bagaimana Hukumnya?

Khusus Suami Istri, Mendesah Saat Berhubungan Bagaimana Hukumnya?
Gambar terkait


tetapi komentar yang kokoh merupakan yang membolehkan. karena generasi teman nabi biasa dengan perihal semacam ini dan juga serupa kata muawiyah, desahan dan juga suara istri membikin suami lebih tertarik dan juga ikatan terus menjadi mesra.
ketentuan dalam ikatan suami – istri dalam islam
terdapat sebagian adab yang telah dianjurkan oleh islam kala suami istri mau menyalurkan hasrat berjima.
berikut adab – adab dikala jima’, bercinta ataupun berhubungan seksual di ranjang mana yang boleh dan juga mana yang haram, serupa dikutip dari rumaysho. com.
1 – ikhlaskan hasrat buat cari pahala
ialah bercinta tersebut diniatkan buat melindungi diri dari zina (selingkuh) , menciptakan generasi, dan juga mengharap pahala bagaikan wujud sedekah.
dari abu dzar radhiyallahu ‘anhu, dia mengatakan, rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ
“dalam ikatan seksual suami – istri (antara kamu) itu tercantum sedekah. ”
para teman menjawab, “kenapa hingga ikatan seksual aja dapat bernilai pahala? ”
rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam menanggapi,
أَيَأْتِى أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِى حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِى الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ
“tahukah engkau bila seorang penuhi syahwatnya pada yang haram, ia berdosa. demikian pula bila dia penuhi syahwatnya itu pada yang halal, dia menemukan pahala”. (hr. muslim, nomor. 2376)
2 – melaksanakan pemanasan dan juga cumbuan terlebih dahulu
kala jabir radhiyallahu ‘anhu menikah, nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya padanya,
« هَلْ تَزَوَّجْتَ بِكْرًا أَمْ ثَيِّبًا. فَقُلْتُ تَزَوَّجْتُ ثَيِّبًا. فَقَالَ هَلاَّ تَزَوَّجْتَ بِكْرًا تُلاَعِبُهَا وَتُلاَعِبُكَ
“apakah engkau menikahi wanita (perawan) ataupun janda? ” “aku menikahi janda”, jawab jabir. “kenapa engkau tidak menikahi wanita aja karna engkau dapat bercumbu dengannya dan juga pula kebalikannya dia dapat bercumbu mesra denganmu? ” (hr. bukhari, nomor. 2967; muslim, nomor. 715).
3 – membaca doa saat sebelum ikatan intim
doa yang diajarkan buat dibaca merupakan: bismillah, allahumma jannibnaasy syaithoona wa jannibisy syaithoona maa rozaqtanaa.
dari ibnu ‘abbas radhiyallahu ‘anhuma, dia mengatakan kalau rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِىَ أَهْلَهُ فَقَالَ بِاسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا. فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِى ذَلِكَ لَمْ يَضُرُّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا
“jika salah seseorang dari kamu (ialah suami) mau berhubungan seksual dengan istrinya, kemudian dia membaca do’a: [bismillah allahumma jannibnaasy syaithoona wa jannibisy syaithoona maa rozaqtanaa], “dengan (menyebut) nama allah, ya allah jauhkanlah kami dari (kendala) setan dan juga jauhkanlah setan dari rezki yang engkau anugerahkan kepada kami”, setelah itu bila allah menakdirkan (lahirnya) anak dari ikatan seksual tersebut, hingga setan tidak hendak dapat mencelakakan anak tersebut selamanya. ” (hr. bukhari, nomor. 6388; muslim, nomor. 1434).

BACA HALAMAN SELANJUTNYA

Halaman
2 3