Anggota Brimob ini Bisa Hidupi 79 Anak Yatim Selama Lebih dari 11 Tahun

Anggota Brimob ini Bisa Hidupi 79 Anak Yatim Selama Lebih dari 11 Tahun

Oleh karenanya, Ipda Rochmat harus mengeluarkan biaya ekstra sedikitnya Rp 8 juta per bulan untuk makan dan uang saku anak asuhnya.
Padahal, Ipda Rochmat hanya bergajikan pas-pasan. Tapi ia punya cara untuk menyiasatinya, yakni dengan membuka aneka usaha, seperti perkebunan, toko kelontong dan toko buah.
Ternyata, kehidupan di masa lampau yang mendorongnya untuk melakukan aksi mulia tersebut.
Melansir Intisari.grid.id, Ipda Rochmat terlahir dari keluarga sederhana yang hidup serba pas-pasan. Bahkan, untuk biaya kuliahnya di Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia di Jakarta, 10 tahun lalu, dia harus bekerja sebagai tukang ojek.
“Saat kuliah di Jakarta, saya bekerja sampingan menjadi tukang ojek dari pukul 15.00 sampai pukul 21.00. Dari hasil ojek, saya mendapatkan tambahan pendapatan Rp 7.000 hingga Rp 12.000,” kenangnya.
Atas perjuangannya yang luar biasa, Rochmat pun mendapatkan penghargaan berupa pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) dari Kepala Polri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

BACA HALAMAN SELANJUTNYA

Halaman
2 3